Archive for Uncategorized

Pantun Insan Berbudi

Karya ini dah lama aku cipta..sekarang dah ada blog ni, inginku kongsi bersama teman2 sekalian..semoga bermanfaat..tajuk karyanya Pantun Insan Berbudi..

Mudik ke hulu mendayung sampan,
Arus sungai mengalir deras,
Berbudi tidak mengharap balasan,
Itu tandanya budimu ikhlas.

Terpatri janji dua insan,
Hidup bersama sepanjang usia,
Berbudi itu tanda iman,
Berbakti itu lambang agama.

Menteri terik diwaktu siang,
Agung Tuhan mengatur segala,
Budi baik dikenang orang,
Akhirat sana balasan mulia.

Cinta suci mencintai Tuhan,
Pada Dia terserah segala,
Jika budi bertakhta iman,
Cukuplah ia hidup bahagia.

Hujan gerimis diwaktu pagi,
Rintik-rintiknya mengimbau zaman,
Suburkan budi kerana Ilahi,
Yakin disana balasan kebaikan.

Kalau tuan mudik ke kuala,
Carikan hamba ikan tenggiri,
Kalau budi menjadi biasa,
Pasti bahagia milik insani.

Advertisements

Leave a Comment

Mengapa kau berduka??..

Mengapa kau berduka? Sedangkan kau masih punya mata untuk melihat, akal untuk mentafsir, kaki untuk melangkah, tangan untuk menadah doa

Mengapa kau berduka?Sedangkan kau masih punyai nikmat yang teragung untuk digenggam. Itulah nikmat Iman dan Islam.

Mengapa kau berduka?Sedangkan TuhanMu tidak pernah jemu mencintai, mendengar, membantu dan memelihara.

Aku tidak lagi berduka dikala ujian tiba. Kerna aku memiliki segalanya. Cukuplah Allah bagiku..=)

cukuplah Allah bagiku

cukuplah Allah bagiku

Leave a Comment

FATWA DEWAN TETAP ARAB SAUDI SEPUTAR BENCANA DI JALUR GAZA

state_gazastripFATWA DEWAN TETAP ARAB SAUDI SEPUTAR BENCANA DI JALUR GAZA

Ditulis oleh kautsar di/pada 5 Januari 2009

FATWA DEWAN TETAP ARAB SAUDI SEPUTAR BENCANA DI JALUR GAZA
Penulis : Lajnah Da’imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’ Saudi Arabia

Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.

Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10) dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71) dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)

Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, acara-acara, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya: “Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)

Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.

Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan.

Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.

Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.

Kami mohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya dan menjadikan tipu daya mereka boomerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahata-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa.

Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.

http://kautsarku.wordpress.com/2009/01/05/fatwa-dewan-tetap-arab-saudi-seputar-bencana-di-jalur-gaza/#comment-130

Leave a Comment

Salam Maal Hijrah 1430H

Kepada teman-teman, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijrah 1430H. Semoga dapat mengambil iktibar daripada peristiwa hijrah Nabi Muhammad sejak 1430 tahun yang lalu. Selamat berjuang di tahun baru..

“Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah atasnya (HR. Nukhari dan Muslim).

Leave a Comment

Fikir & Zikir; Kembara ke Perak

Kejor Yop Kejor

Sesekali mengadakan perjalanan musafir, berfikir dan berzikir, baik untuk jiwa. Betapa Allah SWT telah menjadikan alam indah ini dengan pelbagai corak warna, supaya manusia dapat berfikir, seterusnya berzikir kepadaNya, sebagai mengakui kebesaran Allah SWT. Alhamdulillah, dengan izinNya jua, saya akan mengikuti kembara fikir dan zikir ke Perak bersama para sahabat ukhwah.com pada 26-30 November 2008. Dah sampai ke akhir tahun, elok juga menenangkan fikiran, langsung bebas daripada beban kerja.hehehe..Diharapkan kembara ini berjalan lancar serta keredhaan daripada Allah SWT.

Comments (2)

Realiti TV, Realiti Bisnes

kilang artis segera

kilang artis segera

Realiti TV, Realiti Bisnes

 

 

  

            “Jika anda rasa si polan layak menjadi juara, apa tunggu lagi..taip XYZ dan hantar ke 3XXXX.”. Adakah anda merasai sesuatu apabila mendengar dialog ini? Penulis rasa bagai diperbodoh-bodohkan. Penulis mengaku bukanlah orang yang bijak, tetapi penulis tidak boleh membiarkan diri ditipu ‘bulat-bulat’ oleh opportunis  dan kapitalis yang berselindung disebalik realiti TV ini. Kebijakan kapitalis memakai topeng realiti TV amat mengelirukan kita sebagai pengguna Muslim, yang mempunyai tanggungjawab yang lebih besar kepada agama Islam yang suci dalam setiap aspek termasuk kepenggunaan.

 

 

Zaman ini kita dilambakkan umpama pasar borong dengan rancangan realiti TV. Apa yang melucukan penulis ialah rancangan ini memerlukan pengguna ‘mendermakan’ kredit telefon bimbit kepada calon-calon yang bertanding untuk menentukan sang juara antara juara. Alangkah pemurahnya mereka yang mengundi si polan itu. Semoga Tuhan memberi balasan yang baik diatas kemurahan hati mereka.

 

 

Mengapa kebanyakan ahli seni hari ini perlu diundi untuk menjadikan mereka ahli seni yang diiktiraf? Sejarah membuktikan bahawa karyawan dan penghibur agung tidak memerlukan ‘undi’ dari anda untuk menjadikan mereka seperti itu. Mereka membiar sejarah dan pencapaian peribadi yang menentukan. Lihat sahaja Allahyarham Tan Sri P.Ramlee, Allahyarham Sudirman, Ramli Sarip, M.Nasir dan banyak lagi untuk disebutkan disini. Mereka tidak pernah meminta kita untuk menjulang-julang mereka, tetapi membuktikan bahawa mereka layak untuk dijulang. Malangnya zaman ini, untuk melahirkan ahli seni yang baik, kita pula yang menentukannya. Seni apakah ini? Seniman atau seni ‘wang’?

 

            Jika dalam masa 10 atau 15 tahun akan datang juara-juara undian anda ini masih mampu menyumbang karya seni mereka, ternyata anda mempunyai jiwa seni yang tinggi. Tetapi jika mereka ‘hilang’ atau ‘ghaib’ setelah terbabit dalam industri seni ‘wang’ ini, anda perlu menfailkan kembali tuntutan wang anda dimahkamah daripada pihak-pihak yang berkenaan.

 

            Realiti TV ialah realiti bisnes. Realiti TV bukan sekadar rancangan TV, tetapi menjelaskan kepada kita maksud sebenar bisnes mengikut perspektif ekonomi kapitalisme yang bergantung harap kepada konsumerisme atau kepenggunaan. Ini merupakan suatu bentuk pembaziran yang dilarang dalam Islam. Generasi pascamodenisma hari ini melalui zaman pembaziran yang begitu ketara. Artis itu tiada kena mengena dengan pembangunan dirinya, agama mahupun negara. Artis itu adalah simbol sebuah dunia-dunia khayalan yang muncul akibat ketidakbijakan kita menentukan apa yang lebih perlu dan memerlukan.  Apakah derma undian kita lebih utama kepada bakal artis itu lebih utama daripada derma kepada kaum kerabat sendiri? Bayangkan ada pengundi SMS yang sanggup berhabis beratus ringgit malah beribu ringgit untuk memenangkan bakal artis yang mereka gilakan. Terbukti pengundi SMS itu memang apa yang penulis sebutkan dalam ayat sebelum ayat ini.

 

Persoalan utama disini ialah, siapakah sebenarnya yang menjuarai pertandingan reality TV? Apakah Wami dalam Universiti Fantasia? Atau Ledima dalam Gengster? Atau Nabila dalam rancangan Mentol? Atau pengguna setia selaku penderma utamanya? Yang menang bukan juara-juara anda tersebut. Apatah lagi jika dikatakan anda sebagai pemenang. Anda sama sekali kalah. Juara yang patut diumumkan oleh pengacara majlis ialah jutawan-jutawan telekomunikasi. Ha ha..ternyata inilah kebijakan dunia bisnes.  

 

 

Perlu diingatkan bahawa dalam teori ekonomi moden kapitalisme, selagi ada permintaan, maka itu juga akan ada penawaran. Maka ditawarkan kita dengan rancangan-rancangan realiti TV disebabkan penawaran (kemurahan hati) oleh pihak pengguna. Jangan menyangka realiti TV jujur melahirkan seniman atau seniwati, atau seniman yang memperjuangkan seni. Sebenarnya yang dilahirkan ialah seni ‘wang’ jutawan-jutawan telekomunikasi yang terus mengambil peluang akibat ketidakbijakan pengguna sendiri. Dalam dunia kapitalis, jelas sekali bahawa “realiti TV ialah realiti bisnes.”

 

Comments (3)

‘Karipap’ Seni Berinti ‘Money’

            Jika anda dipaksa makan karipap berintikan tepung gandum atau lada hitam, hanya ada dua kemungkinan selepas itu.Anda akan muntah atau menjerit kepedasan. Inilah analogi seni Malaysia hari ini. Memualkan. Perkataan yang tepat untuk menggambarkannya. Kita dihidangkan dengan seni yang melalaikan, menjauhkan diri daripada mengingatiNya. Apa yang dihidangkan kepada kita oleh tukang-tukang masak yang tidak bertauliah ini ialah karipap; bukan berinti kentang tetapi berinti tepung atau lada hitam. Itulah ‘karipap’ seni berinti ‘money’. Mungkin sedikit melucukan tetapi inilah analogi untuk kita memahaminya.Apa erti hidup tanpa mengingatiNya? Jauh daripada hidayahNya. Apabila sudah jauh, apa lagi yang kita harapkan? Melainkan hidup yang berjalan tanpa makna dan arah tujuan.

 

            Seni berbudi bukan lagi menjadi pertimbangan pengkarya dan artis kontemporari hari ini (bukan semua). Apa yang utama dan menjadi perkara pokok (bukan buah) ialah seni bertunjangkan hawa nafsu disamping ber’money’. Seni berwajah duit-duitan dan kebobrokan. Seni hari ini bukan lagi seni yang boleh diletakkan sebagai penunjuk aras ketinggian tamadun kemanusiaan, tetapi seni yang ditunjangi oleh nilai ‘money’ dan bisnes semata-mata. Seni yang tidak mengerti apa itu dosa. Seni kontemporari bukan lagi menjadi sebahagian wadah mendidik jiwa ke arah keluhuran budi, kemurnian aqli, dan kebersihan hati tetapi semakin menjarakkan kita dari makna sebenar kehidupan. Apakah hakikat sebenar kehidupan? Saya pasti semua dapat menjawab dengan terang. Bagaimana untuk mencapai hakikat itu? Tentulah ada jalannya. Apakah jalan seni yang dinikmati oleh pancaindera hari ini ialah jalan seni yang benar? Maka, inilah perlu difikirkan dengan kritis oleh semua.

 

            Seni perlu dianggap perjuangan mendidik, membudaya nilai kebaikan, menyubur akal budi dan lantas membentuk peribadi mulia. Secara jujurnya mari kita menilai apakah seni di Malaysia hari ini ke arah itu? Apakah dengan memusingkan kepala dilantai itu menjadikan kita lebih bijak akal budi atau mengingatkan diri ini yang diciptakan daripada tanah yang hina? Bahkan kepala yang letaknya akal penentu kewarasan, sanggup pula dipusing-pusing dilantai. bagai ada sesuatu tidak kena dengan ‘perangai’ seperti ini. Perlukah saya memanggil doktor ‘psikiatri’ kepadanya? Apakah dengan berpakaian berlopong sana dan sini itu memperlihatkan kemodenan anda yang bermakna moden itu lebih baik dan tinggi darjatnya. Apakah dengan berpakaian tidak menutup aurat, iaitu melanggar hukum agama itu boleh mendidik audien untuk menjadi insan yang baik iaitu insan yang beragama? Perlukah saya memanggil tukang jahit yang mengerti akan kemuliaan insani kepadanya?

 

             Apa ertinya jika seni bergerak tanpa panduan Tuhan? Menyanyi tanpa makna, berhibur bergaul mesra bercampur ‘jantan’ dan ‘betina’, menjerit sehingga hampir-hampir putus suara, berlakon bukan untuk mengajar baik tetapi mengajak ke arah ‘pelik’. Seni apakah ini? Seni Islam Hadhari? Opps..Bukan tulisan politik tetapi masyarakat politik turut bertanggungjawab menjawab ‘inti karipap seni’ hari ini. Seni inilah yang ‘menyesatkan’. Mungkin agak kasar tetapi inilah hakikat yang perlu ditelan.Seni hari ini telah terlalu jauh mengembara dari tempat asal-usulnya dan matlamatnya, sehingga sukar kembali mencari jalan pulang. Kembalikan seni yang sebenar kepada masyarakat. Seni yang penuh makna, seni kerana mengingati dan patuh kepadaNya. Seni di Malaysia perlu diberi nafas dan ‘roh’ baru agar tidak terus hanyut dalam seni bertunjangkan hawa nafsu buruk atau seni bernilai ‘money’. Seni di Malaysia perlu dijenamakan semula demi mencapai tujuan dan makna hidup. Andalah penentunya.Dan Islam memberi jalannya ke arah misinya ‘rahmatan lil alamin’. Seni beteraskan Islam, yang mengerti makna keindahan, menanggapi makna kebenaran, dan hanya semata-mata meraih redha Tuhan.

  

Leave a Comment

« Newer Posts · Older Posts »